http://xcode.or.id/files/xcode_magazine_1.zip
http://xcode.or.id/files/xcode_magazine_2.zip
http://xcode.or.id/files/xcode_magazine_3.zip
http://xcode.or.id/files/xcode_magazine_4.zip
http://xcode.or.id/files/xcode_magazine_5.rar
http://xcode.or.id/files/xcode_magazine_6.rar
http://xcode.or.id/files/xcode_magazine_7.rar
http://xcode.or.id/files/xcode_magazine_8.rar
http://xcode.or.id/files/xcode9.zip
http://xcode.or.id/files/xcode10.zip
http://xcode.or.id/files/xcode11.zip
http://xcode.or.id/files/Xcode12.zip
http://xcode.or.id/files/Xcode13.zip
http://xcode.or.id/files/Xcode14.zip
Kamis, 29 Juli 2010
| Internet Lewat jaringan Listrik |
Di mana saja, kapan saja, dan siapa saja tampaknya mulai menjadi semboyan yang cocok bagi Internet. Hal ini ditunjukkan dengan makin beragamnya metoda koneksi Internet. Setelah maraknya akses Internet lewat media udara (wireless) dengan beragam teknologinya, di CeBIT 2001 ini mulai munculnya teknologi koneksi Internet menggunakan jaringan listrik. Teknologi yang dikenal dengan sebutan Powerline Communication (PLC) ini menjadi menarik, karena relatif tidak membutuhkan pembangunan jaringan fisik yang khusus.
Teknologi pengiriman data atau suara melalui jaringan listrik ini sebetulnya sudah tergolong cukup lama misal untuk Babyphone atau otomasi rumah. Sedangkan pada pengiriman data antar gardu juga sudah digunakan untuk sistem pengendali jaringan listrik itu sendiri. Masalah terbesar pada sistem seperti ini adalah topologi jaringan listrik pada tiap rumah, karena ada phase tunggal dan phase banyak. Juga adanya pengaruh impedansi jaringan listrik serta gangguan frekuensi yang dapat ditimbulkannya. Teknologi PLC ini pada dasarnya dibedakan menjadi 2 kelompok penggunaan utama, yaitu untuk di dalam rumah (homenetworking) dan di luar rumah.
Pada CeBIT 2001 ini, di Hall 24 Stand D04 perusahaan Polytrax perusahaan yang berbasiskan di Munich, memamerkan produk yang memungkinkan mengirimkan data melalui jaringan listrik. Polytrax mengembangkan metoda dengan menggunakan adaptive multi carrier, dengan Discrete Multitone (DMT) dengan modulasi Orthogonal Frequency Division Multiplex (OFDM). Untuk menjamin terkirimnya paket data secara benar maka digunakan metoda Forward Error Correction (FEC). Dengan cara ini keandalan dan kecepatan data transfer dapat lebih terjamin.
Frekuensi pembawa (carrier) yang digunakan akan bergantung pada peraturan penggunaan frekuensi setempat. Kecepatan data transfer akan bergantung pada frekuensi dan daya yang digunakan untuk mentransfer data, hal ini bergantung pada peraturan setempat. Sehingga kecepatan yang dimungkinkan untuk mentransfer data pada sistem ini juga bergantung pada. Kecepatan tergantung regulasi setempat. Pada beberapa negara Asia dan USA dapat tercapai sekitar 1 MBps, perubahan ini hanya dilakukan pada perangkat lunak untuk menyesuaikan dengan peraturan frekeunsi setempat. Pada produk Polytrax ini mengikuti standard CENELEC EN50065-1, sehingga menyediakan kecepatan hingga 155 KBps untuk Eropa, dan sekitar 2,5 MBps untuk USA dan Asia. Di Jepang bersama Hitachi, Polytrax telah mencobakan transfer data hingga mencapai 1,5 MBps.
Modem jaringan listrik Polytrax serial ASOP dan ASSOS difokuskan untuk penggunaan di Homenetworking. Misal untuk melakukan koneksi 2 PC pada 1 rumah, TV, SetTopBox, atau juga untuk otomasi rumah. Memang sejak lama untuk pengggunaan otomasi rumah telah dikenal standard LON, EIB atau Instabus. Sistem ini menggunakan laju data dalam orde KBps yang lebih rendah dari laju data pada sistem PLC. Untuk pemanfaatan sederhana memang mencukup, tetapi untuk pengaturan yang lebih kompeks, rendahnya laju data ini tak mencukupi. Terutama untuk komunikasi dalam rumah, misal untuk mengirimkan musik MP3, atau video stream untuk di dalam rumah (bangunan). Polytrax bekera sama dengan perusahaan Swedia Blue2Space untuk menyediakan solusi gabungan antara PLC dan teknologi Bluetooth.
Teknologi PLC yang digunakan untuk koneksi di luar rumah, juga telah ditampilkan pada CeBIT 2001 ini. Pada musim panas tahun 2001 ini perusahaan listrik RWE Plus AG akan menyediakan layanan PowerNet akan menawarkan akses Internet lewat jaringan listrik di sekitar kota Essen. Sampai akhir tahun ini akan terpasang untuk sekitar 20.000 pengguna, hal ini diungkapkan oleh Manfred Remmel di CeBIT. Sebelumnya telah dilakukan proyek percontohaan yang melibatkan 200 rumah pelanggan dan satu sekolah.
Layanan ini diberikan perusahaan listrik ini dengan tujuan memberikan layanan tambahan pada para pelanggan dan mendukung bisnis utama. Dengan menggunakan modem khusus maka pengguna dapat memperoleh kecepatan sekitar 30 kali kecepatan ISDN. PLC menawarkan beberapa kelebihan dibandingkan ISDN misal jaringan fisik listrik selalu ada di mana-mana, bandwidth yang cukup tinggi dan bersifat simetris artinya tersedia untuk Up/Downstream, berbeda dengan ADSL yang bersifat asimetris. Modem ini akan dipasarkan dengan harga sekitar 199 - 349 DM. Koneksi cukup dilakukan dengan memasukkan modem ini ke stecker listrik. Sehingga komputer walau tanpa telefon tetap dapat online ke jaringan Internet.
Dengan membayar sekitar 49 DM per bulan pengguna sudah dapat menikmati layanan Internet ini. Dengan data yang ditransfer maksimum sekitar 250 MB. Sedangkan bagi yang ingin memiliki jumlah transfer yang lebih banyak dapat membayar tambahan sekitar 99 DM untuk tiap 2 GB data yang ditransfer. Layanan ini akan ditawarkan oleh anak perusahaan RWE Plus AG yaitu RWE Powerline GmbH.
Nantinya perusahaan ini juga akan ditawarkan layanan PowerSchool yang digunakan untuk menghubungkan sekolah-sekolah ke Internet. Layanan lainnya adalah eHome yang memungkinkan pengguna PLC ini untuk mengatur peralatan rumah seperti pemanas, jendela dan sebagainya melalui Internet. Hal itu didemokan dengan menggunakan sebuath WebPad seperti yang ditampilkan pada Hall 17 D 43. Karena praktis sistem jaringan di rumah selalu terkoneksi dengan Internet (berbeda dengan koneksi Internet melalui telfon), maka memudahkan pengaturan peralatan di rumah tersebut melalui Internet atau bahkan melalui handphone.
Penyediaan modem powerline untuk RWE ini dilakukan oleh sebuah perusahaan Swiss Ascom yang menampilkan dirinya di hall 17 stand A38. Pada bulan april 2001 akan memulai produksi massa model Powerline ini. Seperti yang diungkapkan oleh Urs. T Fischer pada hari Jumat, Ascom telah mencobakan di 16 lokasi uji coba, yaitu 11 negara Eropa, Singapura, dan Hongkong sejak musim panas 2000. Ascom sendiri telah memulai usaha ini sejak 3 tahun yang lalu.
Pada prinsipnya Modem PLC Ascom ini akan mengirimkan sinyal data atau suara melalui jaringan listri 230/240 V. Menggunakan modulasi GMSK. Band frekuesi 1.6 - 30 MHz dibagi untuk kisaran yang berbeda penggunaannya yaitu untuk koneksi di dalam ruangan (misal antar peralatan di rumah) dan untuk koneksi akses. Frekuensi rendah 1.6 - 10 MHz digunakan untuk mencapai transmisi dalam jarak 200 - 300 meter tanpa dibutuhkannya repeater. Untuk jaringan yang menghubungkan peralatan di rumah, yang cenderung tak terstruktur, dan banyak kemungkinan peralatan yang terpasang maka frekeunsi 10 - 30 MHz digunakan. Dengan frekuensi ini tercapai jarak sekitar 100 m tanpa repeater. Laju data yang dapat tercapai sekitar 3 MBps untuk model Ascom generasi pertama.
Bandwidth dan jarak jangkauan bergantung pada struktur jaringan listrik yang digunakan,dan juga aturan listrik setempat. Satu hal yang dipastikan bahwa interferensi yang dihasilkan tak boleh mengganggu layanan komunikasi umum. Modem ASCOM ini memiliki koneksi ke port USB ataupun ke jaringan Ethernet dengan konsumsi daya sekitar 15 W.
Tidak hanya daerah Essen saja yang akan menikmati hal ini, tetapi beberapa daerah lainnya juga akan menyusul. Perusahaan penyedia layanan listrik lainnya juga menyusul menyediakan akses ini adalah EnBW di daerah Baden-Württemberg juga akan menyediakan layanan yang sama. Perusahaan listrik asal Mannheim, MVV Energie AG melakukan joint venture dengan perusahaan Israel Main.net menyediakan membentuk perusahaanPower Plus Communications yang akan menyediakan akses Internet melalui jaringan listrik. Solusi ini telah diuji cobakan di daerah Mannheim untuk sekitar 200 rumah penduduk. Perangkat ini didemonstrasikan di hall 17 stand F08.
Beberapa produk yang berkaitan dengan teknologi ini telah banyak bermunculan pula. Perusahaan Datasoft ISDN GmbH juga menyediakan solusi USB Power Box, yaitu peralatan koneksi PLC yang siap dihubungkan dengan port USB. Data yang ditransfer mencapai 2 MBps. Perusahaan lainnya adalah Oneline yang menyediakan solusi Smart Home yang mengkombinasikan solusi PLC ini untuk mengirimkan data. Kedua perusahaan ini menampilkan produknya di Hall 17.
USB Power Box dan Datasoft
Laju data transfer dari sistem PLC ini sebetulnya cukup tinggi juga seperti yang ditunjukkan oleh perusahaan DS2 di hall 7 stand F08 yang mendemokan vidoestream dan webcam melalui koneksi via Powerline. Kemampuan bandwidth yang dicapai hingga 45 MBps Memang demo ini tidak dalam situasi sehari hari yang memiliki batasan akibat regulasi, interferensi dan daya. Sebab pada situasi sehari-hari koneksi tercepat hanya mencapai sekiar 6-7 MBps.
Sistem PLC ini cukup menarik untuk digunakan di daerah-daerah perumahan. Karena membutuhkan koneksi ke intrastruktur jaringan Internet yang lebih sedikit. Sebab koneksi dilakukan dengan memanfaatkan infrastruktru jaringan listrik yang telah ada. Seperti yang ditampilkan pada gambar berikut ini. Untuk koneksi ke jaringan Internet hanya perlu dari router PLC utama ke Internet (ISP) ini dapat dilakukan baik menggunakan wireless ataupun menggunakan leased line. Dari tiap rumah ke router PLC tersebut dapat digunakan modem PLC.
Apabila router PLC di atas dioperasikan oleh perusahaan penyedia jaringan listrik (misal di gardu-gardu listrik sekitar perumahan), maka ini dapat merubah perusahaan jaringan listrik juga menjadi penyedia jasa akses Internet. Cukup banyak perusahaan yang menampilkan produk serta layanan yang berkaitan dengan PLC ini, karena tampaknya koneksi dengan cara ini merupakan salah satu solusi koneksi Internet saat ini. Mereka berkumpul di hall 17 yang merupakan Powerline Center.
Dengan menggunakan PLC ini tidak saja akses Internet, tapi juga dapat digunakan sebagai perangkat komunikasi suara (VoIP), transmisi video (video on demand) ataupun lainnya. Kecepatan data transfer yang bisa dicapai maksimal sekarang adalah sekitar 4,5 MByte ber detik berarti sekitar 70 kali lebih cepat dari ISDN. Sehingga memungkinkan layanan yang menggabungkan penyediaan listrik, dan penyedia jasa komunikasi. Maka tak mengherankan para penyedia jasa akses Internet melalui jaringan listrik ini adalah perusahaan penyedia layanan listrik. Jadi tidak lama lagi bisa-bisa yang menjadi saingan TELKOM adalah PLN.
Teknologi pengiriman data atau suara melalui jaringan listrik ini sebetulnya sudah tergolong cukup lama misal untuk Babyphone atau otomasi rumah. Sedangkan pada pengiriman data antar gardu juga sudah digunakan untuk sistem pengendali jaringan listrik itu sendiri. Masalah terbesar pada sistem seperti ini adalah topologi jaringan listrik pada tiap rumah, karena ada phase tunggal dan phase banyak. Juga adanya pengaruh impedansi jaringan listrik serta gangguan frekuensi yang dapat ditimbulkannya. Teknologi PLC ini pada dasarnya dibedakan menjadi 2 kelompok penggunaan utama, yaitu untuk di dalam rumah (homenetworking) dan di luar rumah.
Pada CeBIT 2001 ini, di Hall 24 Stand D04 perusahaan Polytrax perusahaan yang berbasiskan di Munich, memamerkan produk yang memungkinkan mengirimkan data melalui jaringan listrik. Polytrax mengembangkan metoda dengan menggunakan adaptive multi carrier, dengan Discrete Multitone (DMT) dengan modulasi Orthogonal Frequency Division Multiplex (OFDM). Untuk menjamin terkirimnya paket data secara benar maka digunakan metoda Forward Error Correction (FEC). Dengan cara ini keandalan dan kecepatan data transfer dapat lebih terjamin.
Frekuensi pembawa (carrier) yang digunakan akan bergantung pada peraturan penggunaan frekuensi setempat. Kecepatan data transfer akan bergantung pada frekuensi dan daya yang digunakan untuk mentransfer data, hal ini bergantung pada peraturan setempat. Sehingga kecepatan yang dimungkinkan untuk mentransfer data pada sistem ini juga bergantung pada. Kecepatan tergantung regulasi setempat. Pada beberapa negara Asia dan USA dapat tercapai sekitar 1 MBps, perubahan ini hanya dilakukan pada perangkat lunak untuk menyesuaikan dengan peraturan frekeunsi setempat. Pada produk Polytrax ini mengikuti standard CENELEC EN50065-1, sehingga menyediakan kecepatan hingga 155 KBps untuk Eropa, dan sekitar 2,5 MBps untuk USA dan Asia. Di Jepang bersama Hitachi, Polytrax telah mencobakan transfer data hingga mencapai 1,5 MBps.
Modem jaringan listrik Polytrax serial ASOP dan ASSOS difokuskan untuk penggunaan di Homenetworking. Misal untuk melakukan koneksi 2 PC pada 1 rumah, TV, SetTopBox, atau juga untuk otomasi rumah. Memang sejak lama untuk pengggunaan otomasi rumah telah dikenal standard LON, EIB atau Instabus. Sistem ini menggunakan laju data dalam orde KBps yang lebih rendah dari laju data pada sistem PLC. Untuk pemanfaatan sederhana memang mencukup, tetapi untuk pengaturan yang lebih kompeks, rendahnya laju data ini tak mencukupi. Terutama untuk komunikasi dalam rumah, misal untuk mengirimkan musik MP3, atau video stream untuk di dalam rumah (bangunan). Polytrax bekera sama dengan perusahaan Swedia Blue2Space untuk menyediakan solusi gabungan antara PLC dan teknologi Bluetooth.
Teknologi PLC yang digunakan untuk koneksi di luar rumah, juga telah ditampilkan pada CeBIT 2001 ini. Pada musim panas tahun 2001 ini perusahaan listrik RWE Plus AG akan menyediakan layanan PowerNet akan menawarkan akses Internet lewat jaringan listrik di sekitar kota Essen. Sampai akhir tahun ini akan terpasang untuk sekitar 20.000 pengguna, hal ini diungkapkan oleh Manfred Remmel di CeBIT. Sebelumnya telah dilakukan proyek percontohaan yang melibatkan 200 rumah pelanggan dan satu sekolah.
Layanan ini diberikan perusahaan listrik ini dengan tujuan memberikan layanan tambahan pada para pelanggan dan mendukung bisnis utama. Dengan menggunakan modem khusus maka pengguna dapat memperoleh kecepatan sekitar 30 kali kecepatan ISDN. PLC menawarkan beberapa kelebihan dibandingkan ISDN misal jaringan fisik listrik selalu ada di mana-mana, bandwidth yang cukup tinggi dan bersifat simetris artinya tersedia untuk Up/Downstream, berbeda dengan ADSL yang bersifat asimetris. Modem ini akan dipasarkan dengan harga sekitar 199 - 349 DM. Koneksi cukup dilakukan dengan memasukkan modem ini ke stecker listrik. Sehingga komputer walau tanpa telefon tetap dapat online ke jaringan Internet.
Dengan membayar sekitar 49 DM per bulan pengguna sudah dapat menikmati layanan Internet ini. Dengan data yang ditransfer maksimum sekitar 250 MB. Sedangkan bagi yang ingin memiliki jumlah transfer yang lebih banyak dapat membayar tambahan sekitar 99 DM untuk tiap 2 GB data yang ditransfer. Layanan ini akan ditawarkan oleh anak perusahaan RWE Plus AG yaitu RWE Powerline GmbH.
Nantinya perusahaan ini juga akan ditawarkan layanan PowerSchool yang digunakan untuk menghubungkan sekolah-sekolah ke Internet. Layanan lainnya adalah eHome yang memungkinkan pengguna PLC ini untuk mengatur peralatan rumah seperti pemanas, jendela dan sebagainya melalui Internet. Hal itu didemokan dengan menggunakan sebuath WebPad seperti yang ditampilkan pada Hall 17 D 43. Karena praktis sistem jaringan di rumah selalu terkoneksi dengan Internet (berbeda dengan koneksi Internet melalui telfon), maka memudahkan pengaturan peralatan di rumah tersebut melalui Internet atau bahkan melalui handphone.
Penyediaan modem powerline untuk RWE ini dilakukan oleh sebuah perusahaan Swiss Ascom yang menampilkan dirinya di hall 17 stand A38. Pada bulan april 2001 akan memulai produksi massa model Powerline ini. Seperti yang diungkapkan oleh Urs. T Fischer pada hari Jumat, Ascom telah mencobakan di 16 lokasi uji coba, yaitu 11 negara Eropa, Singapura, dan Hongkong sejak musim panas 2000. Ascom sendiri telah memulai usaha ini sejak 3 tahun yang lalu.
Pada prinsipnya Modem PLC Ascom ini akan mengirimkan sinyal data atau suara melalui jaringan listri 230/240 V. Menggunakan modulasi GMSK. Band frekuesi 1.6 - 30 MHz dibagi untuk kisaran yang berbeda penggunaannya yaitu untuk koneksi di dalam ruangan (misal antar peralatan di rumah) dan untuk koneksi akses. Frekuensi rendah 1.6 - 10 MHz digunakan untuk mencapai transmisi dalam jarak 200 - 300 meter tanpa dibutuhkannya repeater. Untuk jaringan yang menghubungkan peralatan di rumah, yang cenderung tak terstruktur, dan banyak kemungkinan peralatan yang terpasang maka frekeunsi 10 - 30 MHz digunakan. Dengan frekuensi ini tercapai jarak sekitar 100 m tanpa repeater. Laju data yang dapat tercapai sekitar 3 MBps untuk model Ascom generasi pertama.
Bandwidth dan jarak jangkauan bergantung pada struktur jaringan listrik yang digunakan,dan juga aturan listrik setempat. Satu hal yang dipastikan bahwa interferensi yang dihasilkan tak boleh mengganggu layanan komunikasi umum. Modem ASCOM ini memiliki koneksi ke port USB ataupun ke jaringan Ethernet dengan konsumsi daya sekitar 15 W.
Tidak hanya daerah Essen saja yang akan menikmati hal ini, tetapi beberapa daerah lainnya juga akan menyusul. Perusahaan penyedia layanan listrik lainnya juga menyusul menyediakan akses ini adalah EnBW di daerah Baden-Württemberg juga akan menyediakan layanan yang sama. Perusahaan listrik asal Mannheim, MVV Energie AG melakukan joint venture dengan perusahaan Israel Main.net menyediakan membentuk perusahaanPower Plus Communications yang akan menyediakan akses Internet melalui jaringan listrik. Solusi ini telah diuji cobakan di daerah Mannheim untuk sekitar 200 rumah penduduk. Perangkat ini didemonstrasikan di hall 17 stand F08.
Beberapa produk yang berkaitan dengan teknologi ini telah banyak bermunculan pula. Perusahaan Datasoft ISDN GmbH juga menyediakan solusi USB Power Box, yaitu peralatan koneksi PLC yang siap dihubungkan dengan port USB. Data yang ditransfer mencapai 2 MBps. Perusahaan lainnya adalah Oneline yang menyediakan solusi Smart Home yang mengkombinasikan solusi PLC ini untuk mengirimkan data. Kedua perusahaan ini menampilkan produknya di Hall 17.
USB Power Box dan Datasoft
Laju data transfer dari sistem PLC ini sebetulnya cukup tinggi juga seperti yang ditunjukkan oleh perusahaan DS2 di hall 7 stand F08 yang mendemokan vidoestream dan webcam melalui koneksi via Powerline. Kemampuan bandwidth yang dicapai hingga 45 MBps Memang demo ini tidak dalam situasi sehari hari yang memiliki batasan akibat regulasi, interferensi dan daya. Sebab pada situasi sehari-hari koneksi tercepat hanya mencapai sekiar 6-7 MBps.
Sistem PLC ini cukup menarik untuk digunakan di daerah-daerah perumahan. Karena membutuhkan koneksi ke intrastruktur jaringan Internet yang lebih sedikit. Sebab koneksi dilakukan dengan memanfaatkan infrastruktru jaringan listrik yang telah ada. Seperti yang ditampilkan pada gambar berikut ini. Untuk koneksi ke jaringan Internet hanya perlu dari router PLC utama ke Internet (ISP) ini dapat dilakukan baik menggunakan wireless ataupun menggunakan leased line. Dari tiap rumah ke router PLC tersebut dapat digunakan modem PLC.
Apabila router PLC di atas dioperasikan oleh perusahaan penyedia jaringan listrik (misal di gardu-gardu listrik sekitar perumahan), maka ini dapat merubah perusahaan jaringan listrik juga menjadi penyedia jasa akses Internet. Cukup banyak perusahaan yang menampilkan produk serta layanan yang berkaitan dengan PLC ini, karena tampaknya koneksi dengan cara ini merupakan salah satu solusi koneksi Internet saat ini. Mereka berkumpul di hall 17 yang merupakan Powerline Center.
Dengan menggunakan PLC ini tidak saja akses Internet, tapi juga dapat digunakan sebagai perangkat komunikasi suara (VoIP), transmisi video (video on demand) ataupun lainnya. Kecepatan data transfer yang bisa dicapai maksimal sekarang adalah sekitar 4,5 MByte ber detik berarti sekitar 70 kali lebih cepat dari ISDN. Sehingga memungkinkan layanan yang menggabungkan penyediaan listrik, dan penyedia jasa komunikasi. Maka tak mengherankan para penyedia jasa akses Internet melalui jaringan listrik ini adalah perusahaan penyedia layanan listrik. Jadi tidak lama lagi bisa-bisa yang menjadi saingan TELKOM adalah PLN.